/*Widget Pop Up Card*/ #mstamvan { z-index: 1000; position: fixed !important; top: 100px; left: 50%; width: 700px; margin-left: -350px; } #belakang { left: 0px; background: #000 none repeat scroll 0% 0%; opacity: 0.6; position: fixed; z-index: -1; top: 0px; height: 100%; width: 100%; } .tulisan { font-size: 20px; background: #FFF none repeat scroll 0% 0%; border-radius: 50%; box-shadow: 0px 0px 5px rgba(0, 0, 0, 0.14); cursor: pointer; display: inline-block; padding: 2px 9px; text-align: center; font-family: arial,sans-serif; position: absolute; top: -15px; right: -20px; collor:#344; return:false; } .isinya { border-radius: 3px; box-shadow: 0px 0px 5px rgba(0, 0, 0, 0.2); width: 700px; height: 400px; border: 4px solid #FFF; }

Rabu, 30 Mei 2018

Taman Mini Tulang Bawang Bernama Kawasan Wisata Cakat Raya

Taman Mini Tulang Bawang Bernama Kawasan Wisata Cakat Raya

Kabupaten Tulang Bawang memiliki tempat wisata bernama Kawasan Wisata Cakat Raya.  Kawasan wisata tersebut kawasan berisi bangunan adat dari beberapa suku. Dibangun di lahan seluas 3,5 hektar, kawasan wisata Cakat Raya  diantaranya sudah memiliki replikar Rumah Adat Batak Toba, Rumah Joglo, Rumah Adat Minang, serta miniatur Candi Prambanan.  Karena konsepnya itu, kemudian orang menyebut kawasan wisata Cakat Raya ini dengan nama “Taman Mini Tulang Bawang
kawasan-wisata-cakat-raya-tulang-bawang-lampung-blog-wisata-indonesia
Kawasan Wisata Cakat Raya Tulang Bawang, foto: JN Group

Cakat Raya Kawasan Wisata yang Keren buat Foto

Tulang Bawang sejak dulu dikenal sebagai kawasan transmigarasi, sehingga wilayah ini dihuni oleh beragam suku. Setelah sekian lama, daerah Tulang Bawang semakin berkembang, sampai akhirnya di tahun 1997 secara administratif berdiri sendiri Kabupaten Tulang Bawang. Sebagai penghargaan terhadap keberagaman tadi, dibangunlah kawasan wisata Cakat Raya yang berisi bangunan adat dari beberapa suku.
Di tempat wisata Kabupaten Tulang Bawang ini, para pengunjung dapat berfoto selfie di spot-spot rumah adat, serta menikmati panorama sekitar yang tak kalah indahnya. Rencananya, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang akan terus mengembangkan kawasan wisata ini, supaya lebih rapih dan menarik banyak pengunjung.
Berikut ini Foto Kawasan Wisata Cakat Raya :yang menampilkan keindahan panorama tempat wisata Kabupaten Tulang Bawang tersebut.
miniatur-candi-prambanan-di-cakat-raya
Miniatur candi Prambanan di Cakat Raya, 
replika-rumah-adat-di-cakat-raya-tulang-bawang
Cakat Raya Tulang Bawang , foto: viva.co.id
spot-foto-candi-prambanan-cakat-raya-tulang-bawang
Spot Foto Cakat Raya : Miniatur Prambanan, foto: Pictame

Letak Lokasi Kawasan Wisata Cakat Raya Kabupaten Tulang Bawang

Kawasan wisata Cakat Raya terletak di Jalan Lintas Sumatera, Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

sumber : <<KlikDisini>>

Surga Tersembunyi di Air Terjun Tangkahan

Surga Tersembunyi di Air Terjun Tangkahan



Foto: ferrytheexplorer
Foto: ferrytheexplorer
Jika selama ini Kamu mengenal Gunung Leuser sebagai tempat konservasi bagi orang utan, maka sekarang Kamu akan tahu bahwa di sana ada tempat wisata lain yang sangat menarik untuk dikunjungi. Terutama jika Kamu adalah penyuka kegiatan petualangan alam, maka air terjun Tangkahan menjadi alternatif menarik yang menantang jiwa petualangmu.

Akses Ke Air Terjun Tangkahan

Secara administratif, letak air terjun Tangkahan berada di desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Propinsi Sumatera Utara. Air terjun Tangkahan menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan Propinsi Sumatera Utara selain Danau Toba, Berastagi, dan Bukit Lawang.
Jalan menuju Air Terjun Tangkahan hanya bisa ditempuh melalui jalan darat. Sementara pilihan moda transportasi yang dapat Kamu gunakan untuk mencapai lokasi wisata air terjun Tangkahan adalah dengan menggunakan motor, mobil, ataupun bus.
Dari Bandar udara Kualanamu Medan, membutuhkan waktu tempuh sekitar 3-4 jam dengan mobil atau motor. Sementara jika Kamu menggunakan bus umum, maka membutuhkan waktu sampai 5 jam. Jarak tempuh yang akan Kamu lalui dari Medan menuju Tangkahan sejauh 110 – 120 km.

Obyek Wisata Air Terjun Tangkahan Medan

Pesona Air Terjun Tangkahan memang sangat indah, bahkan sampai menarik minat artis Hollywood, Leonardo Di Caprio, untuk mengunjunginya. Bagi Kamu yang suka menjelajah hujan, maka akhir yang sempurna adalah berdiri di bawah guyuran air Terjun. Siraman air terjun bisa menjadi terapi yang dapat memulihkan fisik tubuh setelah Kamu lelah melakukan tracking di area Taman Nasional Gunung Lauser. Kesegaran udara dan keasrian alam sekitar membangkitkan emosi yang menyenangkan.
Para wisatawan penyuka fotografi tidak akan kecewa dengan air terjun Tangkahan Medan. Kamu akan dapat merekam berjuta momen indah di tempat ini untuk diabadikan. Tempat wisata yang memiliki luas 17.000 km2, akan menjanjikan petualangan yang tidak akan mudah Kamu lupakan. Kealamiannya dan keanekaragaman flora dan fauna yang akan Kamu temui di sepanjang perjalananmu menjadi nilai tambah bagi perjalanan wisata kali ini.
Demi alasan keselamatan perjalanan, disarankan untuk memakai jasa pemandu sebagai teman menjelajah hutan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimanapun juga lokasi hutan rimba ini baru Kamu kunjungi, maka sebaiknya menyiapkan segala kemungkinan yang tidak bisa kita duga sebelumnya.

tangkahan

Keunikan Air Terjun Tangkahan

Obyek wisata di air terjun Tangkahan merupakan tempat bercampurnya antara aliran air dingin dengan air panas. Air panas bersumber dari mata air panas alami yang ada di atas tebing. Bercampurnya dua sumber mata air akan membuat air terjun terasa nyaman apalagi setelah melakukan tracking di hutan Gunung lauser sebagai salah satu aktivitas di air terjun Tangkahan yang wajib dilakukan.
Suasana air terjun Tangkahan dengan air yang jernih dan pepohonan hutan alami menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan, dan sangat pantas bila disebut the hidden paradise. Kawasan yang asri, alami, dan jauh dari keriuhan kota dan segala modernisasinya, menjadikan air terjun di Tangkahan sebagai destinasi wajib yang membuat Kamu benar-benar mendapatkan liburan menyenangkan dan penuh petualangan sambil sejenak melepas rutinitas harian.
Pada malam hari, daya listrik hanya dibatasi sampai jam 10.00 saja, setelahnya hanya menggunakan lampu petromaks. Sungguh suasana yang sempurna untuk kembali menyatu dengan alam.

Keunggulan Air Terjun Tangkahan

Foto: Andare
Foto: Andare
Air terjun Tangkahan terletak di daerah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser, maka Kamu bisa membayangkan bagaimana keasrian hutannya. Gunung Lauser sendiri merupakan area yang dijaga kelestarian alamnya dengan sistem zonasi. Sistem zonasi ini dimanfaatkan untuk tujuan beberapa tujuan, yaitu tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
Keindahan pemandangan dari hutan rimba yang masih alami tentu menjadi salah satu kelebihan Air Terjun Tangkahan. Selain itu sebagai jawaban pertanyaan mengenai ada apa di Air Terjun Tangkahan flora fauna yang unik dan endemik, bahkan ada tempat pelestarian gajahnya. Gajah-gajah ini bahkan menjadi salah satu obyek yang dijadikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Fasilitas Yang Ada Di Air Terjun Tangkahan

Mengenai akomodasi di sekitar wisata air terjun Tangkahan Medan, Kamu tidak perlu khawatir. Setidaknya ada lima penginapan yang bisa kamu jadikan pilihan tempat menginap. Ada Green Lodge yang berada di dalam komplek CRU (Conservation Response Unit). Sementara empat penginapan yang lainnya, yaitu Bambu River, Linea, Mega Inn, dan Jungle Lodge, berada di areal utama dekat pintu masuk. Kelima penginapan tersebut mematok harga yang cukup terjangkau, Rp 100.000,- hingga Rp 300.000,- per malam.
Akomodasi yang ada tersebut sangat membantu wisatawan yang ingin merasakan keindahan air terjun Tangkahan di Medan dan pemandangan alam di malam hari. Dengan aliran sungai di depan penginapan tentu menjadi daya tarik yang cukup eksotis sekaligus dapat dijadikan sebagai penambah nilai jual wisata di air terjun tangkahan medan
.
Wisata air terjun Tangkahan Medan merupakan destinasi wisata yang menjadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara. Kamu wajib menjadikannya sebagai tujuan liburan kali ini.

sumber : <<KlikDisini>>

Wisata Alam Danau Marsabut yang Terlupakan

Wisata Alam Danau Marsabut yang Terlupakan

Foto: bocahrimba
Foto: bocahrimba
Siapa yang tidak tahu Danau Toba? Ya, danau yang terletak di Sumatera Utara ini merupakan danau terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara dan sudah dikenal namanya tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke mancanegara. Tidak berhenti sampai disitu, ternyata Sumatera Utara, tepatnya Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki beberapa wisata alam tersembunyi yang sayang sekali apabila Anda lewatkan. Salah satunya adalah wisata alam Danau Marsabut Sipirok.

Sejarah Danau Marsabut

Tidak ada cerita khusus mengenai asal usul Danau Marsabut. Hanya saja, nama Marsabut berasal dari kata “markabut” yang artinya berkabut karena Danau Marsabut selalu ditutupi dengan kabut. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengunjunginya setelah hujan ketika kabut menghilang dari atas danau.

Akses menuju Danau Marsabut

Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Walaupun jarang terdengar, kabupaten yang beribukota di Sipirok ini memiliki cukup banyak pesona alam yang mengagumkan dan masih tersembunyi, mulai dari wisata bersejarah, wisata alam, hingga wisata kuliner. Termasuk di dalamnya adalah Danau Marsabut. Danau Marsabut terletak di Desa Bunga Bondar, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Untuk mencapai lokasi Danau Marsabut, Anda bisa memulainya dari Pasar Sipirok yang terletak di tengah kota Sipirok. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (tarif sekitar Rp 5000) menuju Simpang Bunga Bondar. Dari Simpang Bunga Bondar menuju lokasi Danau Marsabut tidak tersedia kendaraan umum. Oleh karena itu, Anda harus berjalan kaki sejauh 10 km dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 2.5 jam. Jalan yang akan dilewati cukup mendaki, sehingga saran kami sebaiknya Anda datang menggunakan kendaraan pribadi.
Dalam perjalanan masuk, Anda akan bertemu dengan kawasan Pesanteren Terpadu Al-Aqsa. Anda bisa memarkir kendaraan Anda disana dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit untuk tiba di Danau Marsabut. Mengingat kondisi jalan yang masih dipenuhi semak belukar dan aspal yang berlumut, sebaiknya Anda mengajak warga setempat untuk membantu mengarahkan Anda sehingga tidak tersesat.

Objek Wisata di Danau Marsabut

Akhirnya perjuangan Anda untuk tiba di wisata Danau Marsabut tercapai. Begitu menginjakkan kaki di area Danau Marsabut, Anda akan disuguhi pemandangan danau yang masih murni seluas 3000 km2 atau 3 hektar. Kelebihan Danau Marsabut adalah danau ini dikelilingi oleh hutan yang lebat sehingga suasana alami nan asri sangat terasa. Sepinya pengunjung membuat suasana Danau Marsabutbegitu tenang dan cocok bagi Anda yang ingin mengistirahatkan pikiran dan jiwa Anda dari hiruk pikuk perkotaan. Bahkan saking sepinya, apabila Anda berteriak, maka teriakan tersebut akan menghasikan gema yang cukup besar.

danau-marsabut
Keunikan Danau Marsabut juga terletak pada keaslian dan keutuhan danau karena masih belum terjamah oleh wisatawan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya dua bangunan dan satu prasasti di tepi Danau Marsabut. Bangunan tersebut berupa pondokan yang kental dengan arsitektur batak.
Sayangnya hanya satu pondokan yang masih bisa digunakan karena pondokan lainnya sudah tertutup dengan semak belukar. Prasasti yang ditinggalkan berupa sebuah tugu beton yang ditandatangani oleh mantan Presiden Soeharto pada tahun 1993 lalu.
Anda bisa melakukan beberapa aktivitas di Danau Marsabutseperti memancing ikan lele, beristirahat, membaca buku, atau hanya sekedar menikmati pemandangan alam. Seperti yang tertulis pada judul artikel ini, kondisi Danau Marsabut kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat sehingga belum tersedia fasilitas yangseharusnya ada di Danau Marsabut seperti warung, restoran, jasa penyewaan alat pancing, sampai tempat duduk yang memadai.
Oleh karena itu, apabila Anda berencana mengunjungi tempat ini, pastikan Anda telah mempersiapkan segala kebutuhan yang mungkin Anda gunakan selama berada di Danau Marsabut di Sipirok.
Selain Danau Marsabut, Anda bisa juga mengunjungi objek – objek wisata lain yang juga berlokasi di Tapanuli Selatan, seperti permandian alam Aek Sijorni yang memiliki air terjun bertingkat-tingkat, Danau Siais yang merupakan danau terbesar kedua setelah Danau Toba, Air Terjun Sampuran Sisoma yang cocok bagi Anda yang menyukai trekking.
Pantai Barat Muara Batangtoru dengan panorama laut yang begitu indah, Air Panas Alami Aek Nabara yang menawarkan pemandian air belerang, bukit Tor Simago-mago dengan pemandangan yang mengagumkan, Bukit Bintang Simarsayang, Air Terjun Tor Mak Bujing, serta wisata – wisata alam lainnya.
Dari gambaran yang telah diberikan, beberapa saran yang dapat kami berikan apabila Anda ingin mengunjungi Danau Marsabut Sipirok adalah
• Lokasi Danau Marsabut yang cukup extreme kurang begitu cocok untuk anak-anak sehingga kurang tepat dimasukkan dalam liburan keluarga
• Siapkan bekal makanan dan minuman karena tidak ada warung di sekitar area danau
• Siapkan jas hujan atau payung karena Anda akan berjalan kaki untuk bisa sampai ke area danau
• Gunakan alas kaki yang sesuai dengan medan perjalanan Anda karena jalan menuju Danau

sumber : <<KlikDisini>>

Treking Mangrove, Pantai Anora, Bukit Love dan Tugu Karimun Jawa

Treking Mangrove, Pantai Anora, Bukit Love dan Tugu Karimun Jawa


    

Jalan-jalan mengunjungi Eco Wisata Mangrove aka Taman Nasional Karimun Jawa, Pantai Anora, Bukit Love dan Tugu Karimun Jawa. Nah sebelum ekplorasi dimulai, sopir mobil sewaan saya suruh untuk menjemput Ana dan Mr. Paul terlebih dulu, sementara  kami harus berkemas-kemas untuk memindahkan koper karena sudah tidak menginap lagi di Hotel CocoHut. Kebetulan kamar disini pas hari terakhir ini sdh full booked, dan alasan yang kedua kami harus bergeser ke penginapan yang dekat dengan pelabuhan Karimun Jawa supaya keesokan paginya tidak perlu terburu-buru untuk mengejar kapal, apalagi kami bermaksud untuk kembali ke Jepara menggunakan kapal cepat Bahari Express yang sudah bisa berlayar lagi dan hanya ada sekali pelayaran setiap harinya.
    Setelah meninjau homestay sana-sini, akhirnya pilihan jatuh ke homestay Sadewo. Selain bersih dan murmer, letaknya sangat deket pelabuhan, bisa dijangkau cukup dengan jalan kaki. Berikutnya saya ingin membeli tiket kepulangan menggunakan kapal Bahari Express, gak nyangka si sopir menyeletuk, mengatakan bahwa anaknya dia kerja di kantor perwakilan penjualan tiket kapal Bahari Express, Karimun Jawa. Wah kebetulan sekali pikirku. Beres, hahaha belum juga, ternyata hari itu kantornya masih tutup karena adanya tradisi perayaan "Lomban". Ini merupakan pestanya para nelayan, yaitu membuang sesajen di lautan lepas dengan menggunakan perahu-perahu yang sudah dihias menarik. Perayaan ini mempunyai makna sebagai ucapan syukur atas berkat yang didapatkan oleh nelayan. Biasa dilaksanakan seminggu setelah Hari Idul Fitri. Biasanya dilaksanakan di pantai Tanjung Gelam. Pas ditelpon, anaknya memberitahu kalau tiket kapalnya tidak bisa direservasi (aturan perusahaan) dan harus beli pada hari yang sama, nah ini yg bikin galau. Tapi bisa nitip dibelikan besoknya pas buka.

Gerbang pintu masuk Taman Nasional Karimun Jawa

    Perjalanan dimulai, tempat pertama yang kami tuju adalah Taman Nasional Karimun Jawa. Trekking Mangrove ini terletak di sebelah utara (Pulau Kemujan), yang jaraknya 18 km atau sekitar 30 menit dari pusat Kota Karimun Jawa. Baru diresmikan sekitar bulan Mei 2012. Di dalam sini kita bisa jalan santai sambil menikmati bebauan dedaunan hutan bakau. Jangan lupa olesi badan dengan lotion anti nyamuk. Untuk tiket masuk, kita cukup merogoh Rp. 5000 saja. Jam buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Murah meriah oye...

    Obyek wisata Mangrove ini bagus juga lho, buat jalan jalan sehat apalagi hari masih pagi. Kami berjalan kaki mengikuti rute yang terpampang di mapnya, sampai tiba di menara pemantau (Bird Watching), sambil sekali-sekali istirahat di gubuk perhentian. Tiba di menara pemantau, sebaiknya naik ke atas menara supaya bisa melihat pemandangan lepas. Alamak view-nya, buagusss dech. Menikmati matahari terbenam bisa juga dilakukan di menara yang juga disebut Sunset Area (Huruf F).

Map jalur trekking

Mejeng dulu sebelum trekking

    Dengan luas area sekitar 10 hektar, dan jalur trekkingnya sendiri panjangnya 2 km dan terbuat dari papan kayu yang berkelok-kelok, nah lho. Tapi jangan kuatir memutari jalur trekking akan terasa sebentar jika dibarengi dengan melihat-lihat kecantikan hutan mangrove ini, suara-suara kicauan burung, desir angin dan yang jelas jangan terlalu sore kalau mau kesini kalau gak mau kena cium nyamuk-nyamuk nakal .

Menara Pantau

Salah satu view dari atas menara pantau

    Lepas dari sini, kami  penginnya melihat Pesta Rakyat Lomban tadi, yang diadakan di Pantai Tanjung Gelam. Meluncurlah mobil kami ke Tanjung Gelam, sayangya pas tiba di tempat, acaranya keburu sudah bubaran. Selanjutnya kami ditawari untuk diantar menuju suatu pantai yang agak tersembunyi, pak sopir menyebutnya pantai Cup-cup. Ya wes, kami meng-iya-kan aja, karena sepertinya kok menarik apalagi mendengar namanya kayak suatu iklan bumbu masakan gitu - Cup-cup - hahaha.

Pantai Cup-cup aka Pantai Anora

    Dari Pantai Tanjung Gelam, mobil kembali ke jalur utama, sebelum akhirnya melintas di jalan yang offroad, jalan yg agak sempit hingga kalau papasan mobil harus bener-bener pelaan jalannya. Dalam goyangan off road perjalanan mobil ini, terjadi obrolan seputar namannya yang "Cup-cup" tadi. Katanya konon ketika pantai tersebut ditemukan pertama kali, di "Secret Garden"-nya pantainya (wah tambah seru, ada "tempat rahasia" segala) terlihat sepasang kekasih londo (wisman maksudnya) yang lagi memadu kasih alias pacaran, pake memperagakan jari2 kedua telapak tangan dikuncupkan dan saling disentuhkan layakya orang ciuman (sensor) gitu lho he..he..he.., makanya dinamakan cup-cup.

Salah satu sudut pantai Anora

    Setelah tiba di bibir pintu masuk Pantai Anora ini, kami turun dan disambut oleh seorang bapak tua. Nah ini bapak juga ikut bercerita ringkas kepada saya, katanya pantai ini awalnya masih belum dijamah dan beliaulah yang secara swadaya membangun semua pernak-pernik di situ. Dan memang kelihatan sekali tatanan pantai ini memang masih seadanya banget, padahal suasananya buaaagusss lho.

Treking Cinta - The Secret Garden

    Begitu masuk kami menemukan gapura yang ala kadarnya dan terkesan "Hand Made" bertuliskan Treking Cinta. Nah kalau mau menuju "Secret Garden" tempat ditemukan si sepasang kekasih bule tadi, disinilah startnya. Dengan latar belakang 2 buah pohon kelapa (seperti sepasang kekasih), bikin hati pengin tahu aja untuk menyusuri Jalur Cinta ini. Saya dan istri (bak sepasang kekasih wk..wk..wk) sepakat untuk menyusuri treking menuju secret garden. Jalurnya naik turun dan lumayan curam lho (si londo mau pacaran aja kok cari tempat yang rempong gini ). Dan akhirnya kami tiba di ujung yang memang kereeen banget tempatnya. Pemandangan lepas pantainya bagus. Di bibir pantainya, ada juga pohon bercabang dua yang tumbuh alami lalu diberi papan buat duduk, ceritanya supaya bisa duduk berduaan nich, pokoknya serba dua kalau disini (anak-anak off dulu).

Pohon Kemesraan

Best view

    Selain itu disini juga terdapat ayunan. Wah pas banget, sambil duduk main ayunan bisa menikmati deburan ombak lepas pantai dan hembusan angin yang sepoi-sepoi. Sayang sekali tempat sebagus ini tidak dikelola dan dikembangkan sebagai obyek wisata andalan Karimun Jawa dan hanya dikelola secara swadaya oleh seorang bapak yang bercerita kepada saya di pintu masuk tadi.
    Waktu terus berjalan menjelang petang, rencana berikutnya kami ingin menikmati sunset dari Bukit Love. Dari Pantai Anora ini, mobil kami kembali bergerak menuju Bukit Love. Dari jalan utama, masuk ke jalan yang agak menanjak sehingga ketemu batu bertuliskan LOVE yang merupakan ciri khas Bukit Love. Pemandangan sunset dari sini indah sekali.

Ciri khas Bukit Love

    Kalau berjalan kaki naik sedikit di jalan yang ada diseberang tulisan LOVE ini, dengan mudahnya kita akan menemukan Tugu Karimun Jawa yang unik. Sepertinya di lokasi ini masih dalam tahap pengerjaan namun tidak tau juga akan dibangun apa disitu, karena hanya ada batu pahatan bertuliskan "Karimun Jawa", yang menarik buat mejenk.

Tugu Karimun Jawa

    Waktu berjalan begitu cepatnya ketika menikmati pemandangan dari bukit sini, tak terasa sudah hampir gelap, sehingga kita turun menuju alun-alun kembali untuk bersantap malam.
    Keesokan paginya, saya bergegas menuju kantor penjualan tiket Bahari Express yang lokasinya cukup dekat dari Homestay Sadewo tempat kami menginap. Cukup berjalan kaki sekitar 200m sudah tiba di depan kantor dan alamak di papan pengumuman kantor tsb sudah terpampang kalo tiket Bahari Express untuk hari itu sudah terjual habis. Beruntung kami sudah pesan duluan sehingga tinggal ambil dan bayar aja, dan tra..la..la..la, tiket pun sudah ditangan.

Penampakan Tiket Bahari Express

    Hari itu Kapal Bahari Express dijadwalkan akan berlayar pukul 09.00, jadi kami masih punya waktu sekitar 1 jam. Kesempatan ini kami gunakan untuk jalan-jalan aja di seputaran Kapuran. Dan ternyata kami menemukan ada Taman Kupu-Kupu yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Tampaknya antusias warga sini dalam menyediakan obyek wisata alternatif cukup kreatif juga.

Butterfly Park

Gerai Permainan di Butterfly Park

    Jam sudah menunjukan hampir pukul 09.00, tuntaslah sudah jalan-jalan kami di Karimun Jawa, kami berjalan kaki menuju dermaga dan naik kapal Bahari Express untuk kembali ke Jepara dan pulang ke rumah.

Suasana Di dalam Kapal Bahari Express

    Bye-bye Karimun Jawa, We will miss you.

sumber : <<Klik Disini>>